Aku Islam Siapa ?
Sebuah pernyataan tanya “aku Islam siapa ?” yang dipertanyakan kembali kepada penanyanya dengan jawaban -Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW- sebagai suatu jawaban bagi tiap-tiap individu muslim yang menyandarkan jawabannya atas firman Allah عند الله الاســلام ان الدين innad din ‘indallahil islam ‘sesungguhnya agama disisi Allah adalah Islam’ yang terdapat pada awal ayat ke 19 surah Ali Imran, maupun penjelasan Nabi Muhammad kertika disuruh Malaikat Jibril untuk mengajarkan kerangka ajaran agama Islam kepada para sahabatnya khususnya dan umat Islam pada umumnya.
Pada suatu sore Nabi Muhammad beserta para sahabat beliau sedang duduk-duduk tidak jauh dari masjid, di suatu tanah lapang yang sekarang sudah menjadi bahagian Masjid Nabawi kira-kira sekarang tempat itu antara Masjid Nabawi dan Hotel / Mal Bin Dawod.
Datanglah Malaikat Jibril yang men-jasad menjadi seorang laki-laki tua berbaju putih bersih berambut sangat hitam yang tidak diketahui dari arah mana dia datang serta tidak terdapat jejak kakinya di tanah yang berpasir. Kemudian Malaikat Jibril langsung duduk mendekati Nabi Muahammad dengan posisi kaki dilipat seperti duduk sila hanya saja betis tulang keringnya tidak disilangkan dan di duduki kedua telapak kakinya, ia berhadapan langsung dengan Nabi Muhammad, sementara Abu Bakar; Umar ; Usman, Abu Hurairah dan Ali duduk berdekatan dengan Nabi sedang para sahabat yang lain menyambung duduk melingkari Jibril, lalu Jibril meletakkan kedua telapak tangannya diatas kedua paha nabi lalu bertanya tentang : Iman Islam dan Ihsan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khatab, kemudian dijawab oleh Rasulullah ;
Pertama mengenai Islam, bahwasanya kamu (Jibril yang mewakili kaum muslimin)
أن تشهد أن لا اله الا الله و أن محمّدا رسـول الله و تـقـيـم الصــلاة و تؤتـى الزكاة و تصـوم رمضـان و تحـج البيـت ان آســتطعـت اليـه ســــبيلا
Islam yaitu hendaklah kamu mengucapkan (dua kalimah syahadah / شـــهدتـان )
أشـــــهد أن لا اله الا اللــــه و أ شـــهد أن محـمّدا ر ســــول اللـــه aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammmad adalah Rasulullah, kemudian mendirikan shalat, memberikan/menunaikan zakat, puasa sebulan di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah jika ada kemampuan untuk bepergian ke sana.
Kemudian Jibril membenarkan apa yang disampaikan Rasulullah, sementara para sahabat yang duduk melingkarinya terheran-heran sambil bergumam: “dia yang bertanya dia pula yang membenarkannya”, dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya tentang iman. Rasulullah menjawab dengan sabdanya :
أن تؤمن باللــــه و ملائكـتـه وكتـبه و رســـله و اليـوم الآخـر و تـؤمـن بالقدر خيـره و شــره
Iman yaitu hendaklah kamu mengimani kepada Allah, dan kepada para malaikat-Nya, dan kepada kitab-kitab-Nya, dan kepada para rasul-Nya, dan kepada Hari Akhir / Kiamat, dan kepada ketentuan-Nya atau taqdir-Nya yang baik maupun yang jelek.
Kemudian Jibril membenarkan dan menanyakan tentang Ihsan.
Rasulullah menjawab dengan sabdanya : أن تعـبد اللـه كأنك تراه فان لم تكـن تراه فانه يراك
Ihsan yaitu hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka apabila kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihat kamu. Kemudian Jibril menanyakan tentang السّـــاعة as sa’ah atau waktu (datangnya Hari Kiamat) dijawab oleh Rasulullah : ماالمســــئول عنـها بأعلم من الســـائل yang bertanya tentangnya (Hari Kiamat) lebih mengetahui dari pada yang di tanya.
Itulah sebagian dari Hadits yang diriwiyatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, kemudian dirumuskan menjadi Rukun Agama Islam yang terdiri dari Rukun Islam, Rukun Iman dan Ikhsan.
Inti dari Rukun Agama Islam adalah mengimani Allah SWT sebagai Tuhan dan Muhammad SAW sebagai rasul-Nya dengan membenarkan dalam hati dan mengucapkan dengan lidahnya dua kalimah syahadah : أشـــهدأن لا اله الا اللــه و أ شـهد أن محـمّدا ر ســــول اللـــه
“asyhadu an la ilaha illallahu wa asyhadu anna muhammadar rasulullahi” Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasulullah”
Dua kalimah syahadat ini sebagai inti Agama Islam yang terdiri tiga unsur; -Tuhan, mahluk-pilihan dan media atau risalah- merupakan titik awal garis keislaman. Dari titik ini akan berkembang menjadi garis lurus ke atas maupun ke bawah, dapat juga kesamping kiri atau kanan, miring ke kanan miring ke kiri seperti jari-jari roda sepeda yang terpusat pada porosnya, semakin menjauh dari porosnya menjadikan ruangan semakin lebar dan melebar terus dan dibatasi oleh bingkai al-Qur’an dan as-Sunnah yang global. Garis lurus yang merupakan jari-jari itu merupakan aspek-aspek berbagai pemahaman tentang islam. Melebarnya pemahaman keislaman dari porosnya terkondisikan oleh qurun waktu dan akal fikiran sebagai media pemahaman.
Agama Islam sudah berjalan memasuki abad ke 15 sedangkan akal pikiran terus berjalan dan pemahaman Ajaran Islam berkembang terus. Sepanjang garis pemaham tersebut masih menyentuh poros inti keislaman yang terdapat dalam dua kalimah syhadah serta berada dalam batasan Qur’an dan Sunnah, itulah islam.
Menyadari adanya garis pemikiran diluar bingkai al Qur’an dan as Sunnah dan memasuki bingkai al Qur’an dan as Sunnah sebagai penafiran, selama tidak menuju ke poros inti keislaman maka garis tersebut akan keluar dari Agama Islam dari bingkai al Qur’an dan as Sunnah yang kongrit.
Aku islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan jawaban yang sujektif dan memungkinkan ada aku-aku yang lain akan menjawab dengan jawaban yang berbeda. Ajaran Nabi Muhammad bukan subjektif –untuk dan bagi dirinya sendiri- akan tetapi sebagai rasul yang objektif untuk dan bagi seluruh alam.
Jadi yang tepat pertanyaan di atas : “Kita ini Islam siapa ?” yang menjawab adalah aku-aku yang di dunia ini, kita islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Islam sebagai kenikmatan yang sempurna telah diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW agar dapat untuk dinikmati bersama, dan Allah meridhai Islam sebagai agama.
اليـم اكملت لكم دينــكم واتممـت عليلكم نعمتـى و رضيـت لكم الاسـلام ديـنا
al yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati wa radhitu lakumul
islama dina. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kamu sekalian untuk kamu sekalian, dan Aku telah mencukupkan nikmat-Ku bagi kamu sekalian, dan Aku ridhai islam sebagai agama kamu sekalian. (Surah Al Maidah ayat 3)
---mic---
M.Masud CHATIM Al Hajj – Islam Garis Qi-eS - 002
Kamis, 29 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar