Air Ilahi
Air, tanah, udara, api dan hawa atau ion sebagai lima kesatuan media kehidupan, satuan-satuan-nya-pun dapat berdiri sendiri-sendiri serta dapat diurai sampai sekecil-kecilnya. Itulah kekuasaan Allah Ta’ala dalam mencipta jagad alam-raya, hanya kalimat Allahu Akbar, subhanallah, la haula wa la kuwata illa billahil ‘aliyil’adzim.
Air Ilahi, bukan dimaksud membahas Teologi-Air, kalau memang itu dapat dikatakan sebagai bahasan Ilmu Teologi. Juga bukan hendak mempertuhankan air, karena air sebagai hasil ciptaan-Nya, walau ada air yang dikeramatkan disucikan dikuduskan oleh sebahagian masyarakat. Bahkan semua agama agama di dunia memiliki atau meng-otoritasi sebahagian air atau sumber mata air yang dikaitkan dengan orang suci, kekasih ilahi. Umat wajib menjaga jangan sampai ada yang mengotori, siapa yang mengotori akan mendapat kutukan ilahi, itu pesan orang suci kata si penjaga air yang dijuluki juru kunci.
Air Ilahi, bukan air yang dimasud mesti harus disakralkan diberi persembahan, akan tetapi air sebagai karunia ilahi, rahmat ilahi, rezeki ilahi. Banyak orang menyukuri ketika datang, banyak orang memohon agar diturunkan ketika kekeringan kepanasan. Banyak orang mengelola membendung menahan agar dapat digunaka untuk hari esok, dikeluarkan sesuai kebutuhan. Air tidak mendatangkan kerusakan, air akan berjalan melaju menuju tempat yang lebih rendah ia akan berhenti dan memperlambat jalan bila dihambat atau dibendung. Air bukan perusak ia dapat melemah juga dapat menguat. Berhadapan penghambat dan pembendung yang kuat, air akan rela untuk bertahan namun penghambat maupun pembendung yang lemah ia akan ikut bersama air. Air tidak membawa kotoran-kotoran, tapi kotoranlah yang menyertai dan menggabungkan pada air. Air sebagai makhluk purba walau tidak ada fosilnya, kalaupun ada mungkin dialah matahari.
Air ilahi, sebagai makhluk purba, air diciptan memiliki sunahtullah atau nature tersendiri, ia akan menuju ke titik gravitasi yang terkuat, dan air akan mengikuti sunatullah-sunatullah yang lain, yang dimiliki air atas ketetapan Allah AWT. Air tidak berobah dan tidak akan merobah dapat berwujud lain sesuai suhu kondisi yang mempengaruhi, namun dapat dimasuki perobahan, juga air dapat dikotori. Walau demikian air dapat memurnikan dirinya sendiri, air dapat membersihkan dirinya sendiri, dengan sunatullah yang ada, air dapat meninggalkan perobah dan pengotor dirinya. Itulah sebuah perjalanan air karunia ilahi yang terkotori membersihkan dirinya sendiri, menguap mengembun membeku mencair dan siap untuk dirobah dan dirasupi kotoran lagi.
Air sebagai mahluk Allah, sebagai benda yang diberi kehormatan oleh Allah, dirinya yang masih berwujud “asap” embun kabut putih bagai kapas merenggang dinamai اَلدُّخَانَ / dhuhan, diberi kekuatan Allah Yang Maha Kuat untuk menopang
اَلْعَـرْشُ / Arasy –Singgasana Allah- dimana teradapat pula لَـوْحُ الْـمَحْـفُـوْظِ / Lauh Mahfudz -Perbendaharan Allah- pusat dokumentasi rahasia yang akan terjadi pada alam raya dan kehidupan.
Disebutkan bahwa Allah SWT setelah menciptakan langit dan bumi kemudian bersemayam menuju ‘arasy’, sebagaimana firman-Nya dalam S. Al A’raf ayat 53 ;
اِنَّ رَبَّكُمً اللَّـهُ الْذِى خَلَقَ السَّـمَوَاتِ وَ الاَرْضَ فِى سِـتَّتِ ايَّامِ ثُمَّ اسْـتَوَى عَلَـى الْعَـرْشِ
Artinya : “Sesngguhnya Tuhan kamu sekalian (adalah) Allah yang m,enciptakan langit dan
bumi dalam enam hari (masa) kemudian Dia bersemayam di atas “Arasy”
sedangkan Surat As Sajadah atau alif-lam-mim As Sajadah ayat 4 ayat, menyebut termasuk di dalamnya benda-benda antara langit dan bumi ( وَمَا بَيِـنَهُـمَا ) . Bumi diciptakan dalam waktu dua hari (masa) dan apa-apa yang ada di atasnya diciptakan dalam waktu empat hari (hari) kemudian Allah bersemayam ke langit yang berupa asap ‘dukhan’ ( ثُمَّ اسْــتَوَى اِلَى السَّــمآءِ وَهِىَ دُخَانٌ )
“kemudian Dia menuju langit (yang pada waktu itu) berupa dukhan atau asap” sebagai yang tersebut dalam Surat Fushilat atau ha-mim As Sajadah ayat 11. Kemudian, pada ayat 12, Allah menciptakan sertta memberi ketetapan atau sunatullah/hukum alam terhadap tujuh-langit serta apa-apa yang ada di dalamnya sebagai hiasan dan lampu penerang bagi bumi serta Allah yang mejaganya, juga diciptakan selama dua hari.
Setelah itu Allah bersemayan di di Arasy sedangkan “Arasy tersebut ditopang di atas oleh air, setelah Allah menciptakan langit dan bumi selama enam hari (masa) وَكَانَ عَرْشٌـهُ عَـلَى الْمَــاءِ لِيَـبْلٌوَكُـمْ أَيٌّـكُمْ اَحْــسَـنُ عَـمَلاً “dan ‘Arasy-Nya berada di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara mkamu sekalian yang lebih baik amalnya” tersebut dalam Surat Hud ayat 7, subhanallahu Allahu Akbar.
Banyak teori tentang penciptaan termasuk penciptaan air, mulai teori yang berdasar mitos, berdasar agama, berdasar fisalafat, berdasar mystic, berdasar ilmu fisika maupun ilmu purna fisika telah dan akan membahas terus tentang penciptaan air dan mereka harus sepakat bahwa air sebagai mahluk ciptaan atau benda ciptaan yang terdini, paling purba sebelum purba-kala.
Air di jagad raya, wujudnya telah merengang menjadi uap-gas karena sunatullah yang menjadikan ia harus begitu, berbeda dengan di planet bumi air masih terselimuti dalam rumah kaca yang rapat, air di bumi tidak mampu melayang-layang melebih 7 Km diatas permukaan laut. Dalam suhu -50 C (minus lima derajat celcius) akan menjadi kabut-es yang membeku dan akan mencair menjadi hujan.
Allah SWT masih tetap menempatkan air sebagai mahluknya yang di kedepankan, dari air-lah semua makhluk hidup di ciptakan oleh Allah, ia sebagai media kehidupan benda hidup dan mahluk bernyawa, berakal atau tidak, semua mahluk hidup memerlukan air.
Allah SWT juga memberi memberi kehormatan kepada air, agar dia menjadi pembersih bagi hamba-hamba-Nya yang akan beribadah melakukan ritual, mulai dari cebok atau bebersih untuk mengangkat kotoran sisa kencing dan tinja buang air, berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil maupun mandi apakah mandi sunah lebih-lebih mandi wajib agar terangkat hadats besar dari seluruh badan..
Air Ilahi, air karunia Allah, benda cair ciptaan Allah SWT ini mempunyai nama-nama yang berbeda ; air hujan, air sumur, air sungai, air laut, air es, air salju, air embun, air telaga, air mata-air … juga ; air-mata, air kelapa, air nira, air rotan, air tebu …ada juga ; air teh, air kopi, air susu, air bandrek, air bajigur, air anggur, air tape … lebih-lebih yang menjijikkan ; air liur, air ingus, air ludah, air keringat, air kencing, air sperma/mani, air mazi , air lendir, air ketuban/amniotic fluid, … dan masih banyak lagi. Namun Allah SWT telah memberi petunjuk, juga rasul-Nya Nabi Muhammad SAW, telah memberi batasan kepada air-air yang dapat digunakan sebagai alat pembersih untuk mengangkat najis, hadats kecil maupun hadats besar.
---mic---
M.Masud CHATIM al HAJJ - Islam Garis Qi-eS 003
Minggu, 09 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
سشةه ةشصخى شمنهشس سشةش سشتش
BalasHapus